Kalapas Narkotika: Tak Ada Perlakuan Khusus Bagi Napi

Kompas.com - 16/01/2010, 17:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Lapas Narkotika Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Ibnu, menegaskan, tidak ada perlakukan khusus bagi seluruh narapidana yang mendekam di lapas yang dipimpinnya. Pihaknya juga tak mengutip uang kepada seluruh napi selama dalam penjara.

"Tak ada perlakuan khusus," tegas dia kepada Kompas.com, Sabtu (15/1/2010), ketika dimintai tanggapan mengenai kasus terpidana Arthalyta Suryani alias Ayin yang ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, Ayin sewaktu ditahan di rutan Pondok Bambu mendapatkan fasilitas mewah. Di dalam selnya, ia dapat menjalani perawatan wajah, terdapat fasilitas mewah seperti TV flat 21 inci, pendingin udara, springbed double, alat kebugaran, meja rias, kamar mandi mewah, dan fasilitas lain.

Ibnu menolak berkomentar banyak mengenai isu yang sedang hangat diperbincangkan publik itu. "Silahkan tanyakan ke narapidana. Kalau saya yang jawab nanti subyektif," jawab dia.

Kompas.com pun mencoba menanyakan kepada beberapa napi perihal perlakuan khusus di dalam tahanan. Salah satu narapidana, Iwan (23) warga Tanggerang, mengatakan, selama ia menjalani hukuman dua tahun enam bulan, tak pernah melihat perlakuan berbeda kepada tahanan. "Kalau fasilitas tahanan, semua sama perlakuannya disini," ucap dia.

Namun, kata Iwan, penyimpangan pernah terjadi saat dipimpin Kepala Lapas sebelumnya. Para napi kerap dikutip berbagai uang selama di dalam tahanan. "Diminta uang blok, uang segala macam. Keluarga dari luar juga sering diminta. Sekarang udah ngga ada lagi," ungkapnya.

Senada dikatakan Aldi (24) yang telah menjalani enam bulan penjara. "Selama saya di sini nggak ada perlakuan berbeda. Kaya miskin sama" kata dia.

Fasilitas apa yang ada di kamar?, "Kasur, lemari, kamar mandi tanpa sekat. Itu aja," jawab dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau